Merger BUMN Karya Dipastikan akan Berikan Kontribusi Lebih Baik bagi Pembangunan di Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 24 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk. Novel Arsyad. (Instagram.com/@pp.presisi)

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk. Novel Arsyad. (Instagram.com/@pp.presisi)

INFOBUMN.COM – Recana merger BUMN Karya dipastikan akan memberikan kontribusi lebih baik bagi pembangunan di Indonesia mengingat kondisi perusahaan dipastikan dalam kondisi sehat.

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk. Novel Arsyad mengatakan hal tersebut usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2023 di Kantor PT PP di Jakarta, Rabu (24/4/2024).

“Dipastikan saat dilakukan merger nanti kondisi PT PP dalam kondisi sehat dan tidak mempermasalahkan jika harus dimerger,” kata Novel

Menurut dia, saat ini merger sedang dalam proses bersama Kementerian BUMN, PT PP, dan pihak konsultan.

Tentunya hasilnya nanti akan memberikan hasil positif dan kontribusi bagi pembangunan infrastruktur dan konstruksi di Tanah Air.

Novel mengatakan, perseroan tetap menunggu hasil akhir kajian penggabungan BUMN Karya yang akan disampaikan Menteri BUMN dan tentunya akan diikuti.

Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan menggabungkan tujuh BUMN Karya atau yang bergerak di bidang infrastruktur menjadi tiga perusahaan.

“Kita dalam proses menggabungkan dari tujuh karya menjadi tiga perusahaan karya,” kata Erick.

Adapun ketujuh perusahaan karya tersebut adalah:

PT Hutama Karya (Persero)
PT Waskita (Persero)
PT PP (Persero)
PT Wijaya Karya (Persero)

PT Brantas Abipraya (Persero)
PT Adhi Karya (Persero)
PT Nindya Karya (Persero).

Erick menyampaikan, penggabungan ketujuh perusahaan ini merupakan bentuk dari perbaikan tata kelola BUMN Karya.

Saat ini, Kementerian BUMN sudah mulai melakukan klasifikasi dan pengelompokan agar bisa fokus pada tugas masing-masing.

Lebih lanjut, Erick memaparkan bahwa Brantas Abipraya, Adhi Karya dan Nindya Karya akan bergabung yang fokusnya pada proyek pembangunan air, rel dan konteks lainnya.

Hutama Karya dan Waskita nantinya akan mengerjakan proyek jalan tol, non tol, institusional building dan residential comercial.

“Wika (Wijaya Karya) dan PP (PT PP) tidak masuk ke tol road, tapi dia fokus ke pelabuhan laut dan bandara.”

“Tapi tetap ke residential karena masuk ke aset yang tertinggal sebelumnya,” ujar Erick.

Erick mengatakan, PP akan menjadi holding atau induk perusahaan untuk penggabungan bersama Wijaya Karya.

Menurut Erick, Kementerian BUMN akan terus mendorong konsolidasi agar korporasi negara tersebut memiliki spesialisasi dan keahlian. Proses ini juga akan membuat kinerja BUMN menjadi lebih efisien.***

Berita Terkait

Djony Bunarto Tjondro: Astra Salurkan Bantuan Tenda Darurat, Instalasi Air Bersih, Fasilitas Sanitasi dan Revitalisasi Ambulans untuk Mendukung Penanganan Pascabencana di Sumatra
Apresiasi Pelanggan, Hutama Karya Gelar Sejumlah Aktivasi di Jalan Tol
Dhanny Ditunjuk Jadi Corporate Secretary BRI, Gantikan Agustya Hendy Bernadi
Tambang Ilegal Jadi Budaya, PT Timah Soroti Dominasi Produksi Swasta
Waskita Bangkit! Ganti Petinggi, Laba Melejit dan Utang Vendor Rontok
Bukit Asam Jaga Kepercayaan Investor Lewat Dividen di Era Transisi Energi
Ketahanan Pangan: POLRI Gandeng Kementan Percepat Produksi Jagung Nasional
Garuda Indonesia Siapkan Ekspansi Armada Usai Suntikan Modal USD405 Juta

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:21 WIB

Djony Bunarto Tjondro: Astra Salurkan Bantuan Tenda Darurat, Instalasi Air Bersih, Fasilitas Sanitasi dan Revitalisasi Ambulans untuk Mendukung Penanganan Pascabencana di Sumatra

Minggu, 21 September 2025 - 11:51 WIB

Apresiasi Pelanggan, Hutama Karya Gelar Sejumlah Aktivasi di Jalan Tol

Senin, 1 September 2025 - 19:12 WIB

Dhanny Ditunjuk Jadi Corporate Secretary BRI, Gantikan Agustya Hendy Bernadi

Senin, 25 Agustus 2025 - 15:18 WIB

Tambang Ilegal Jadi Budaya, PT Timah Soroti Dominasi Produksi Swasta

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:16 WIB

Waskita Bangkit! Ganti Petinggi, Laba Melejit dan Utang Vendor Rontok

Berita Terbaru