GARUDA Indonesia resmi menerima suntikan modal tahap awal senilai USD405 juta atau setara Rp6,6 triliun dari Danantara Indonesia dalam bentuk shareholder loan.
Dana tersebut digunakan untuk mendanai kebutuhan maintenance, repair, dan overhaul (MRO) armada, serta menjadi katalis awal transformasi menyeluruh menuju maskapai berkelas dunia.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa dukungan ini bukan sekadar pendanaan, melainkan bagian dari mandat institusional untuk memperkuat tata kelola dan kapabilitas operasional Garuda Indonesia.
“Garuda bukan sekadar entitas bisnis, tetapi simbol kedaulatan udara dan kebanggaan nasional,” ujar Dony dalam konferensi pers di Jakarta, 24 Juni 2025.
Dana tambahan hingga USD1 miliar akan dikucurkan secara bertahap, bergantung pada capaian kinerja dan akuntabilitas Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia Jajaki Pembelian 70 Pesawat Boeing untuk Ekspansi
Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, mengonfirmasi bahwa perseroan tengah menjajaki pembelian 50–70 unit pesawat Boeing tipe 737 Max dan 787.
“Ini masih dalam pembicaraan, kita sedang penjajakan dengan Boeing untuk kemungkinan pembelian pesawat baru,” ujar Wamildan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, 3 Juli 2025.
Langkah ini sejalan dengan strategi ekspansi armada dan pemulihan operasional pasca restrukturisasi yang telah dijalankan sejak 2021.
Garuda juga mempertimbangkan pesawat Boeing yang dikembalikan oleh maskapai Tiongkok sebagai bagian dari peluang akuisisi armada efisien4.
Kementerian Perhubungan mendukung langkah ini, mengingat kebutuhan pesawat di Indonesia masih tinggi untuk memperkuat konektivitas nasional.
Restrukturisasi Kinerja Garuda Indonesia Masuki Fase Transformasi Baru
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia pada 30 Juni 2025 menyetujui agenda restrukturisasi penyehatan kinerja dan perombakan jajaran direksi.
Restrukturisasi mencakup perbaikan ekuitas, restorasi armada, penambahan alat produksi, dan akselerasi pemulihan trafik penumpang.
Baca Juga:
Garuda menargetkan pengoperasian 120 pesawat dalam lima tahun ke depan, serta ekspansi ke 100 rute baru hingga 2029.
“2026 akan menjadi titik balik bagi Garuda Indonesia untuk kembali mencetak laba bersih,” ujar Wamildan Tsani dalam konferensi pers di Jakarta.
Transformasi ini juga mencakup digitalisasi layanan, penguatan ekosistem penerbangan, dan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan.
Dukungan Investor dan Outlook Positif Pasar Penerbangan Nasional
Analis Sinarmas Sekuritas menilai suntikan modal dari Danantara cukup untuk menstabilkan neraca keuangan Garuda dan menjaga buffer kas di atas USD100 juta hingga akhir 2025.
Garuda ditargetkan mencatatkan EBIT breakeven pada 2025 dan laba bersih pada 2029, seiring efisiensi operasional dan normalisasi harga tiket.
Seat Load Factor (SLF) Garuda mencapai 80% pada 2024 dan diproyeksikan naik menjadi 85% pada 2027, menopang margin usaha berkelanjutan.
Citilink sebagai lini LCC juga ditargetkan pulih penuh pada 2028 dengan armada aktif sebanyak 50 unit.
“Pasar belum sepenuhnya menghargai potensi kebangkitan struktural Garuda,” tulis Sinarmas Sekuritas dalam laporan analisanya.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Lingkarin.com dan Kontenberita.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center




















