BUMN Terbukti Jadi Solusi Ekosistem Kopi Nasional, Erick Thohir Buka BRI & Pegadaian ICF 2023

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 7 Mei 2023 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama BRI Sunarso. (Foto Dok. BRI)

Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama BRI Sunarso. (Foto Dok. BRI)

INFOBUMN.COM – Siapa yang yang tak kenal kualitas kopi Indonesia?

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Bahkan gerai-gerai kopi bermerek di mancanegara pun telah marak menggunakan kopi asal Indonesia.

Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO) 2019/2020, produksi kopi Indonesia saat ini berada di posisi ke 4 terbesar di dunia, yaitu di 686 ribu ton per tahun.

Posisi Indonesia masih terpaut relatif jauh bila dibandingkan dengan penghasil kopi terbesar di dunia yaitu Brazil.

Negeri Samba ini mampu memproduksi hampir 20x lipat lebih besar yaitu dengan produksi 3.5 juta ton per tahun atau memenuhi 35.7% dari total kebutuhan kopi dunia yang  mencapai 9.8 juta ton per tahun.

Hal inilah yang menjadi perhatian Menteri BUMN Erick Thohir saat membuka acara BRI & Pegadaian Indonesia Coffee Festival (ICF) 2023, Sabtu (6/5/2023).

Erick Thohir mengungkapkan upaya mendukung ekosistem industri kopi ini tak terlepas dari visi industrialisasi pangan yang dicanangkan pemerintah.

Hal itu merupakan salah satu upaya dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan setidaknya di kisaran 5%.

Upaya tersebut tak terlepas dari peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terbukti menjadi solusi ekosistem kopi nasional.

Hal tersebut diwujudkan dengan mendukung penguatan industri kopi secara langsung dari hulu hingga hilir.

Erick juga mengatakan, selain industrialisasi pangan, upaya menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah hilirisasi sumber daya alam dan penguatan ekonomi kreatif.

Adapun industrialisasi pangan seperti penguatan ekosistem kopi nasional perlu digalakkan.

Erick berpendapat, hal ini tak terlepas dari kontribusi konsumsi domestik terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Mesti ada industrialisasi dimana seluruh stakeholders bekerja sama sehingga kualitasnya bagus, dan ada nilai tambah.”

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

“Itu kita buktikan dengan hilirisasi dan domestic consumption. Jadi saya mendukung ekosistem kopi ini,” katanya tegas.

Semangat BUMN untuk mengembangkan industri kopi Indonesia salah satunya adalah melalui skema Program Makmur Kopi.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Yang dilakukan oleh semua pelaku ekosistem Kopi Indonesia di PMO Kopi Nusantara dengan BRI sebagai salah satu stakeholders utama di sana.

“Oleh karena itu saya di BUMN mengajak teman teman di awal bahwa kita harus menjadi solusi. Terciptalah ini, supaya terintegrasi seluruh stakeholders,” pungkasnya.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI Sunarso menyoroti posisi Indonesia sebagai negara produsen kopi terbesar keempat di dunia.

Indonesia hanya menyumbang 6,6% produksi kopi dunia, masih berada di bawah Brasil, Vietnam dan Kolombia.

Mengutip riset yang dilakukan oleh BRI Research Institute pada tahun 2023, Sunarso menyebut bahwa di sektor hulu, bisnis kopi masih akan terus tumbuh dan berkembang di pasar domestik maupun global.

Kemudian di sektor hilir, pendapatan kopi global diproyeksikan akan terus meningkat walaupun pertumbuhannya melambat.

“Jadi adalah penting bagi kita semua untuk tahu persis sebenarnya nilai tambah kopi itu ada di fase mana.”

“Dan berapa besar nilai tambahnya, lalu ke mana kita harus fokuskan energi kita untuk meningkatkan nilai tambah kopi kita itu,” ujarnya.

Sunarso pun menjabarkan hasil riset terkait pentingnya peningkatan nilai tambah komoditas tersebut melalui industrialisasi kopi.

Saat ini rerata produksi kopi nasional sekitar 600 kg per hektar per tahun. Padahal normalnya adalah 1,5 – 2 ton per hektar per tahun.

“Kemudian jika dilakukan penjualan dalam bentuk biji kopi, hanya akan menjadi 500 kg.

Harga jualnya sekitar Rp15 juta saja. Adapun jika produksi dalam biji kopi yang sudah diproses roasted, maka akan susut menjadi 350 kg, tapi nilai jualnya menjadi Rp45 juta”, papar Sunarso.

Jika proses dilanjutkan hingga tahap menjadi bubuk, maka berat susut menjadi 340 kg, namun dengan nilai jual mencapai sekitar Rp50 juta.

Lebih lanjut Sunarso menjelaskan bila kopi bubuk ini dijual dalam bentuk cup siap minum, maka akan menjadi setara sekitar 57.000 cup yang nilai jualnya sekitar Rp850 juta.

Untuk membuat posisi kuat dari kopi Indonesia di mancanegara, menurutnya kopi dari Indonesia perlu dijual dalam bentuk cup yang di-branding dari Tanah Air.

Jangan sampai kopi dari seluruh daerah di Indonesia, ketika masuk ke pasar global disebut dengan brand dari luar.

“Ini tantangan sekaligus masalah yang harus kita jawab bersama. Oleh karena itu rasanya perlu kita sepakati visi kopi Indonesia ke depan.”

“Visinya adalah ‘Menjual Kopi Dengan Nilai Tambah yang Maksimal’. Visinya itu! Dan sudah barang tentu dijual secara global,” ujarnya.

Dalam hal peningkatan daya saing pelaku usaha kopi, BRI terus menunjukkan kontribusinya dengan memberdayakan pelaku usaha kopi dari hulu ke hilir.

Salah satunya melalui program pemberdayaan klaster kopi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Hingga Maret 2023, BRI telah membina setidaknya 274 klaster kopi di seluruh Indonesia dimana satu klaster usaha kopi beranggotakan belasan hingga ratusan orang.

Lebih lanjut, strategi pemberdayaan BRI tidak terlepas dari penguatan ekosistem ultra mikro dan mikro.

Lebih dari 75 ribu Mantri BRI, Penaksir Pegadaian, dan Account Officer PNM di seluruh Indonesia memberikan pendampingan usaha untuk meningkatkan kreatifitas dalam pengelolaan keuangan usaha.

Selain itu, BRI secara konsisten melaksanakan BRIlianpreneur yang menjadi ajang kurasi, dan pembekalan untuk membuka peluang pasar ke mancanegara bagi nasabah binaan BRI.

Komoditas kopi menjadi salah satu unggulan dari bidang kuliner selain bidang unggulan lainnya yakni fashion, craft, dan furniture.

Pembiayaan dan pemberdayaan yang dilakukan BRI merupakan bentuk business value dan social value bagi para petani dan pelaku usaha kopi untuk dapat menghasilkan kopi berkualitas tinggi dan memiliki nilai tambah optimal.***

Berita Terkait

Menteri Erick Thohir Tunjuk Sis Apik Wijayanto Jadi Dirut BUMN Holding Pangan ID FOOD, Berikut Ini Profilnya
Bursa Efek Indonesia Jatuhkan Sanksi, 3 Emiten BUMN Terlambat Sampaikan Laporan Keuangan
Laba Bersih PT Aneka Tambang Tbk 2023 Turun dari Tahun 2022, RUPST Putuskan Bagi Dividen 100 Persen
Erick Thohir Persiapkan Blueprint BUMN sampai 2034 untuk Perkuat Ekositem untuk 10 Tahun ke Depan
PT Industri Kereta Api Selesaikan Sebanyak 11 Rangkaian Kereta New Generation Pesanan PT KAI
BRI Bukukan Laba Rp15,98 T, Cermati Kondisi Global dan Fokus ke Tantangan Domestik dengan Berdayakan UMKM
Merger BUMN Karya Dipastikan akan Berikan Kontribusi Lebih Baik bagi Pembangunan di Indonesia
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap Raih Penghargaan Good Mining Practice dari Pemprov Jateng
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:04 WIB

Penandatanganan Swakelola PSKK oleh BNSP di Jogja, Langkah Penting untuk Sertifikasi

Selasa, 21 Mei 2024 - 07:30 WIB

7 Pejabat Kementan Jadi Saksi untuk SYL, Kasdi, dan Hatta Terkait Kasus Pemerasan dan Gatifikasi di Kementan

Senin, 20 Mei 2024 - 15:11 WIB

Momen Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan CEO SpaceX Elon Musk Bertemu di Bali

Senin, 20 Mei 2024 - 14:28 WIB

Jokowi Perkenalkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Terpilih di 10th World Water Forum 2024 Bali

Senin, 20 Mei 2024 - 10:03 WIB

Sempat Jadi Komisaris BUMN PT Petrokimia Gresik, Ini Profil Anggota DPR Indira Chunda Thita Syahrul

Sabtu, 18 Mei 2024 - 14:46 WIB

KPK Periksa Head of Finance PT KB Valbury Sekuritas, Terkait Korupsi Bermodus Invstasi Fiktif di PT Taspen

Jumat, 17 Mei 2024 - 13:27 WIB

Sosialisasi Indonesia Kompeten: Langkah Awal Menuju Indonesia Emas

Kamis, 16 Mei 2024 - 14:49 WIB

Sandra Dewi Bungkam Usai Jadi Saksi Kasus Korupsi Timah, Diperiksa Kejaksaan Agung Lebih dari 10 Jam

Berita Terbaru