Prabowo Subianto: Saya Sedih Kalau Kita Punya Tradisi Caci Maki, Prestasi Pak Jokowi ini Mengagumkan

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 28 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo bersama Presiden terpilih Prabowo Subianto. (Facebook.com @Prabowo Subianto)

Presiden Joko Widodo bersama Presiden terpilih Prabowo Subianto. (Facebook.com @Prabowo Subianto)

INFOBUMN.COM – Presiden terpilih Prabowo Subianto mengungkap dirinya sedih bila rakyat Indonesia senantiasa saling mencaci.

Apalagi, cacian ditujukan kepada para pemimpin tanpa menimbang kinerja yang pernah dilakukan.

“Jadi saya ini sedih kalau kita punya tradisi selalu menjelek-jelekkan pemimpin, caci maki,” kata Prabowo.

Dia menyampaikan saat menghadiri penutupan Kongres IIIII Partai Nasional Demokrat (NasDem) di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2024).

“Bagaimanapun prestasi Pak Jokowi ini mengagumkan banyak negara, (Indonesia) bisa menjaga inflasi 2,5%,” ujar dia.

“Coba di mana (negara yang bisa)? Sejarah tiga tahun ke belakang hanya sedikit negara yang bisa.”

“Dan ini prestasi yang bukan jatuh dari langit,” sambungnya.

Dikutip Adilmakmur.co.id, Prabowo juga menyebut berkat kepemimpinan Jokowi, Indonesia cepat pulih dari pandemi Covid-19.

Menurutnya, hal tersebut adalah prestasi dan tidak turun begitu saja dari langit.

“Saya ini bukan membela, tapi saya akan mengatakan yang benar ya benar, yang salah ya salah,” jelasnya.

Di hadapan kader NasDem, Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada partai tersebut.

Karena telah mendukung pemerintahannya, ia berharap persatuan dapat terus terjalin untuk membangun negara.

“Jadi, sekali lagi terima kasih NasDem bergabung dengan saya. Kita bersatu, kita bekerja sama, kita buktikan kita mau dan bisa bergabung untuk rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Minergi.com dan Infotelko.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Haiindonesia.com dan Helloseleb.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News.

Berita Terkait

Mengurai Kontroversi Joget Eko Patrio Di Sidang Tahunan MPR
Prabowo Subianto di Depan Jokowi Ungkap Dirinya Malu Maju Lagi Kalau Kecewakan Kepercayaan Rakyat
Bahlil Lahadalia Tegur Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya Terkait Polemik Kebijakan LPG 3 KIlogram
Jokowi Masuk dalam Nominasi Sebagai Tokoh Dunia Paling Korup 2024 versi OCCRP, Haidar Alwi Beri Tanggapan
Cegah Mantan Menkumham Yasonna Laoly ke Luar Negeri Terkait Kasus Harun Masiku, Ini Penjelasan KPK
Datangi Rumah Kertanegara, Sekitar 50 Calon Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Pemerintanan Prabowo
Majelis Syuro PKS Yakin Prabowo Subianto Mampu Jadikan Indonesia Pemimpin di ASEAN, Ini Penjelasannya
Hadiri Rakornas PKB, Prabowo Subianto Ingin Himpun Seluruh Kekuatan Bangsa untuk Kompak dan Bersatu

Berita Terkait

Senin, 25 Agustus 2025 - 14:47 WIB

Mengurai Kontroversi Joget Eko Patrio Di Sidang Tahunan MPR

Minggu, 16 Februari 2025 - 10:58 WIB

Prabowo Subianto di Depan Jokowi Ungkap Dirinya Malu Maju Lagi Kalau Kecewakan Kepercayaan Rakyat

Selasa, 11 Februari 2025 - 15:10 WIB

Bahlil Lahadalia Tegur Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya Terkait Polemik Kebijakan LPG 3 KIlogram

Kamis, 2 Januari 2025 - 15:30 WIB

Jokowi Masuk dalam Nominasi Sebagai Tokoh Dunia Paling Korup 2024 versi OCCRP, Haidar Alwi Beri Tanggapan

Kamis, 26 Desember 2024 - 09:14 WIB

Cegah Mantan Menkumham Yasonna Laoly ke Luar Negeri Terkait Kasus Harun Masiku, Ini Penjelasan KPK

Berita Terbaru