Kemenko Perekonomian Sebut Ekonomi Indonesia Tahun 2024 Sangat Optimis, Tahun 2025 Bisa Lebih Baik Lagi

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 1 Maret 2024 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. (Dok. Infopublik.id)

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. (Dok. Infopublik.id)

INFOBUMN.COM – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso memaparkan perekonomian Indonesa.

Susiwijono mewakili Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk menyampaikan keynote speech pada CNBC Indonesia Economic Outlook 2024

Susiwijono membawakan keynote speech yang mengusung tema “Year of Optimism” di Ritz Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis (29/2/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Sesmenko Susiwijono juga memaparkan terkait optimisme Pemerintah terhadap proyeksi 2024 yang solid dan 2025 yang lebih baik.

Pemerintah optimis pada 2024 Indonesia akan tumbuh lebih tinggi yakni di angka 5,2 persen, kemudian pada 2025 diproyeksikan mencapai kisaran 5,3-5,6 persen.

Sedangkan untuk tingkat inflasi, Pemerintah optimis inflasi Indonesia hingga akhir 2024 akan terus terkendali, di mana rata-rata tahunannya akan berada di bawah 2,80 persen.

Lalu untuk 2025 Indonesia yakin masih mampu di angka 2,5±1 persen.

“Kalau tahun yang lalu tumbuh 5,05 persen, Pemerintah menargetkan tahun ini kita masih optimis di 5,2 persen. Bagaimana dengan tahun depan?”

“Mudah-mudahan dengan politiknya makin stabil, kemudian berbagai indikator makro cukup bagus, fundamental makro kita juga kuat.”

“Tahun depan kita menargetkan range-nya kira-kira 5,3-5,6%, dengan berbagai catatan asumsi yang nanti kami akan jelaskan beberapa hal.”

“Tapi intinya untuk 2025, jadi kesimpulannya kalau ditanya 2024 Pemerintah sangat optimis, 2025 lebih baik lagi karena dengan berbagai indikator tadi,” ujar Sesmenko Susiwijono.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Kedua indikator tersebut, pertumbuhan ekonomi dan inflasi, mengingikasikan bahwa Pemerintah sangatlah optimis terhadap ekonomi Indonesia di tahun 2024 dan 2025 akan lebih baik.

Beberapa strategi besar kebijakan Pemerintah juga telah disiapkan guna memastikan ketahanan ekonomi nasional ke depan.

Selain merevitasasi mesin konvensional seperti produktivitas, daya saing, hingga infrastruktur

Pemerintah juga ingin membangun mesin pertumbuhan ekonomi baru mulai dari industrialisasi, digitalisasi, hingga transisi energi berkelanjutan.

Kemudian juga disiapkan strategi penguatan ketahanan sosial dan pemberdayaan melalui berbagai perlindungan sosial.

Termasuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan, pembiayaan mikro, dan padat karya tunai.

Dalam paparan, Sesmenko Susiwijono juga membandingkan indikator ekonomi Indonesia pada 2014-2015 dengan tahun 2024-2025.

Berbagai indikator ekonomi makro Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan capaian yang sangat baik, dibandingkan saat awal Pemerintahan (2014/2015).

Yakni CAD membaik, Primary Balance positif, pertumbuhan ekonomi terjaga baik, inflasi sangat terkendali.

Neraca perdagangan surplus, ekspor-impor meningkat, serta angka kemiskinan & pengangguran terus menurun.

“Kalau kita simpulkan 2024 ini dibandungkan 2014 lalu, sudah sangat ekspansif sekali. Peningkatannya juga sangat tinggi sekali.”

“Demikian juga dalam menyiapkan di 2025 sebagai tahun pertama pemerintahan baru, kalau kita lihat trennya di 2015 juga lebih baik dari 2014.”

“Oleh karena itu, kita yakin yakin di 2024 dan 2025 nanti ekonomi kita akan lebih baik dibandingkan dari 2023.”

“Intinya, kami menyimpulkan ekonomi Indonesia 2023 tumbuh kuat dan solid, 2024 lebih baik lagi, dan 2025 lebih tinggi dari 2024,” pungkas Sesmenko Susiwijono.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Hingga saat ini Indonesia masih dihadapkan berbagai risiko ketidakpastian global.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Ekonomi global di tahun 2024-2025 diproyeksikan masih di bawah tren jangka panjang.

Demikian halnya untuk Inflasi, meskipun menurun, namun inflasi global masih di level yang tinggi.

Meski demikian, sejumlah capaian perekonomian Indonesia di 2023 lalu telah menunjukkan kinerja ekonomi yang solid.

Menurutnya hal tersebut juga didukung oleh indikator utama makroekonomi yang secara konsisten terus menunjukkan peningkatan.

Capaian tersebut tentunya mampu membangun optimisme Indonesia untuk perekonomian yang lebih baik di tahun 2024.

Pada tahun 2023, Indonesia mampu tumbuh sebesar 5,05 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dari angka consensus forecast sebesar 5,03 persen.

Permintaan domestik, industri pengolahan, dan perdagangan menjadi sumber utama pertumbuhan.

Selain itu, pertumbuhan Konsumsi LNPRT juga turut melejit seiring masa kampanye Pemilihan Umum.

Inflasi umum Indonesia sebesar 2,57 persen, cukup terkendali dan terjaga di rentang sasaran (2,5±1 persen).

Dalam 5 tahun terakhir, inflasi Indonesia cukup terkendali, berada di bawah rata2 Negara ASEAN-5, Negara Berkembang, dan Negara Maju.

“Kalau kita lihat inflasi umum kita, secara umum inflasi kita masih lebih rendah dibandingkan 20 negara G20.”

“Indonesia dengan angka 2,57 itu masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara anggota G20.”

“Namun, untuk volatile food, ini menjadi concern bersama. Ini kira-kira potret inflasi kita.”

“Dua komponen utama, pertumbuhan dan inflasi. Kira-kira signalnya ke depan kita masih sangat optimis sekali,” ungkap Susiwijono

Dari sisi keuangan, Susiwijono menyampaikan bahwa penyaluran kredit perbankan meningkat, dengan DPK yang mulai tumbuh seiring meningkatnya giro dan tabungan.

Pertumbuhan kredit didorong oleh adanya peningkatan kredit modal kerja dengan risiko kredit yang terjaga.***

Berita Terkait

Airlangga Hartarto Ungkap 3 Mesin Utama untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Salah Satunya Mesin Ekonomi Baru
Menteri ESDM Arifin Tasrif Tanggapi Wacana Pembatasan Pembelian Bahan Bakar Minyak Bersubsidi
OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Indonesia Juni 2024 Terjaga Stabil karena Dukungan Solvabilitas yang Tinggi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Ungkap Penerimaan Pajak dan Bukan Pajak pada Semester I – 2024
Harga Gas Murah Belum Diperluas ke Semua Sektor Industri, Airlangga Hartarto: dalam Proses Pengkajian
Beber 4 Faktor Alasannya, Optimis Rupiah Terus Menguat ke Level di Bawah Rp16.000 per Dolar AS
Pelaku Usaha Jasa Keuangan Bahas Peningkatan Kompetensi dan Perlindungan Konsumen di Surabaya
OJK Gelar Konvensi Nasional RSKKNI bidang Manajemen Risiko Perbankan untuk Tingkatkan Kompetensi Sektor Jasa Keuangan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 15:50 WIB

Badan Pangan Nasional Apresiasi Sinergi Stakeholder Bangun Stabilitas Jagung dan Perunggasan

Sabtu, 20 Juli 2024 - 11:30 WIB

Dukung Program B50 yang diusung Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Kementan Siapkan Industri Biofuel

Kamis, 18 Juli 2024 - 10:05 WIB

Kementerian ESDM Didorong Segera Terbitkan Petunjuk Teknis Terkait Izin Penambangan Rakyat Timah

Rabu, 10 Juli 2024 - 11:25 WIB

BRI Dinobatkan Sebagai Bank Persero dengan Kinerja Terbaik di Penghargaan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2024

Senin, 8 Juli 2024 - 07:12 WIB

Kemenkeu Minta PT Geo Dipa Energi agar Optimalkan Pemanfaatan Potensi Panas Bumi di Tanah Air

Kamis, 4 Juli 2024 - 10:38 WIB

Termasuk Proyek Investasi Hilirisasi, Pabrik Kaca Asal Korea Selatan Mulai Berproduksi pada Agustus 2024

Sabtu, 29 Juni 2024 - 11:54 WIB

BRI Borong 11 Penghargaan Internasional Dari Finance Asia, Dirut BRI Sunarso Dinobatkan Sebagai The Best CEO

Rabu, 26 Juni 2024 - 08:36 WIB

Bapanas Dorong Pelaku Industri Gula Rancang Strategi Persiapan untuk Hadapi Tantangan Pangan Global

Berita Terbaru